Jumat, 14 Maret 2014

Apa Itu KPR?

Dalam dunia property ada beberapa istilah yg harus di ketahui.baiknya sebelum masuk ke pokok pembahasan sebagai informasi awal ada 3 hal yg harus dimengerti untuk kelancaran proses KPR
jenis pinjaman dengan agunan/jaminan sertifikat rumah itu sendiri. 
1. Bebas BI checking
BI checking merupakan pengecekan oleh Bank Indonesia yg mencakup Bank-Bank yg ada di Indonesia yg bersangkutan dengan cicilan ataupun pinjaman yg mempunyai history kurang baik, ya bisa dibilang kredit macet. jika anda ingin KPR sebaik nya selesaikan dahulu masalah ini.
2. Status pemohon
Yg kedua merupakan status pemohon, dalam hal ini dibedakan menjadi beberapa golongan, tapi saya coba bahas 2 saja yaitu wiraswasta dan karyawan (golongan lain seperti profesional, investor dll), Yg membedakan adalah pada surat keterangan  nya
jika pada karyawan adalah harus karyawan tetap minimal 2 tahun,  kalau wiraswasta merupakan SIUP/TDP

3. Penghasilan minimal 3x dari cicilan
Jika ke dua poin di atas sudah lengkap dan jelas, yg harus anda perhatikan adalah penghasilan, dalam hal ini yg saya maksud penghasilan ya bukan gaji..hehe, jika anda sudah menikah anda dapat mengakumulasikan kedua penghasilan dari suami/istri anda yg disebut dengan JOIN INCOME  dimana yg dilihat jumlah total pendapatan dari kedua nya. misal jika anda ingin membeli rumah dengan cicilan nya 3 juta, anda harus mempunyai penghasilan minimal 9 juta. Karena kacamata bank melihat kemampuan anda untuk menyicil itu sekitar 30-35% dari penghasilan anda
*30% pertama untuk kebutuhan sehari2.
*30% kedua untuk pendidikan/ kebutuhan keluarga.
*30% terakhir untuk KPR itu sendiri.
Untuk yg sudah megetahui mungkin informasi ini sedikit usang, tapi tak ada salah nya berbagi … hehe kebetulan yg dibawah ini repost dr sumber lain tapi semoga bermanfaat.
Apa Itu KPR?
KPR merupakan singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah, yaitu produk pembiayaan untuk pembeli rumah dengan skema pembiayaan sampai dengan 90% dari harga rumah. Hingga saat ini KPR disediakan oleh perbankan, walaupun sudah ada perusahaan pembiayaan yang menyalurkan pembiayaan dari lembaga sekunder untuk pembiayaan perumahan (housing financing).
Pengembang biasanya sudah bekerja sama dengan bank untuk mempermudah proses pengajuan KPR. Oleh sebab itu, salah satu pertimbangan saat membeli rumah adalah bank yang menyalurkan KPR. Ada beberapa tipe KPR. Informasinya dapat dilihat di artikel “Tipe-Tipe KPR“.
Permohonan KPR diajukan dengan mengisi formulir pemesanan unit dari pengembang serta melunasi biaya pemesanan dan uang muka. Lengkapi formulir pengajuan kredit dan siapkan dokumen-dokumen penting seperti yang tertera dalam daftar persyaratan berikut ini.
Dokumen KPR Standar:
  • Usia tidak lebih dari 50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR.
  • Fotokopi KTP pemohon.
  • Akta nikah atau cerai.
  • Kartu keluarga.
  • Surat keterangan WNI (untuk WNI keturunan).
  • Dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB).
Dokumen Tambahan untuk Karyawan:
  • Slip gaji.
  • Surat keterangan dari tempat bekerja.
  • Buku rekening tabungan yang menampilkan kondisi keuangan 3 bulan terakhir.
Dokumen Tambahan untuk Wiraswasta atau Profesional:
  • Bukti transaksi keuangan usaha.
  • Catatan rekening bank.
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  • SIUP
  • Surat izin usaha lainnya, seperti Surat Izin Praktik untuk para dokter.
  • Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
Setelah melewati proses analisis risiko kredit dan survey penilaian properti, pengajuan KPR akan dilanjutkan dengan akad kredit. Apabila biaya dan kebutuhan administrasi berikut telah terpenuhi tahap selanjutnya adalah:
  • pelunasan BPHTB (Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan) sejumlah 5% dari harga jual properti sebelum pajak,
  • asuransi FIDUCIA,
  • provisi kredit,
  • asuransi unit properti–umumnya ditanggung pengembang, dan
  • biaya notaris untuk pengikatan kredit secara hukum.
Jika akad kredit sudah selesai, maka bank akan mengalirkan dana kredit yang umumnya ditransfer langsung ke rekening penjual atau pengembang. Proses ini umumnya memakan waktu maksimum 7 hari kerja. Suku bunga kredit akan dikaji secara berkala, umumnya setiap 3 atau 6 bulan.
Apabila semua angsuran KPR telah dilunasi, bank akan mengeluarkan Surat Pelunasan Utang dan Sertifikat Asli Kepemilikan Unit Properti. Inilah akhir dari proses KPR
Sumber :http://bdgproperty.wordpress.com

Menang Tanpa Merendahkan


Dalam hidup, sebenarnya semua berjalan dengan keseimbangan. Dalam pemahaman Tiongkok, ada yin, ada yang. Dalam keseharian kita pun, selalu ada siang, yang kemudian juga berubah jadi malam. Bahkan, dalam literatur agama, seorang sahabat saya yang beragama Islam menyebutkan adanya ayat yang menerangkan bahwa semua yang ada di alam diciptakan berpasang-pasangan. Ada gelap, ada terang. Ada hidup, ada pula mati. Begitu seterusnya. Kita pun mengenal gagal sebagai pasangan sukses. Ada kalanya pula kita berada di atas, atau tak jarang berada d
i bawah.

Bicara tentang menang dan kalah, saya jadi teringat tentang satu ungkapan Jawa yang sering saya dengar saat kecil dulu, yakni menang tanpa ngasorake. Dalam bahasa Indonesia, arti harfiahnya adalah menang tanpa merendahkan. Sebagaimana sifat anak kecil, dulu saya juga suka berkompetisi dengan kawan sepermainan. Kadang, saat menang, dengan kejahilan khas kanak-kanak, kita sering kali mengejek dan mempermalukan kawan yang kalah. Begitu pula sebaliknya. Kami sendiri menganggap itu semua hanya bagian dari permainan. Ada semacam punishment karena kekalahan. Tetapi tentu, dunia anak-anak sangat berbeda saat kita menginjak usia remaja dan dewasa.

Saat remaja dan dewasa, saya berlatih kungfu. Dalam latihan, acap kali saya harus berlatih tanding dengan berbagai jenis lawan. Saat itu, tak ada lagi sorakan ejekan bagi lawan yang kalah. Saya—dan kami semua—diajarkan untuk menghargai yang kalah. Dengan cara itu, kemenangan ternyata jauh lebih berarti. Karena bukannya bangga berlebih yang didapat, tapi justru rasa mengayomi yang kalah yang lebih membuat kami jadi seperti keluarga besar yang saling mengasihi. Ternyata, rasanya lebih “kaya” dan menentramkan hati.

Rasa tersebut semakin kuat saat saya harus berjuang mengubah nasib di Jakarta. Saat di mana saya justru mengalami lebih banyak ujian kehidupan, banyak “tangan-tangan” yang membantu saya. Sahabat, mentor, dan juga atasan saya, menjadi bagian yang semakin menegaskan, bahwa kemenangan yang tanpa merendahkan akan memberi lebih banyak kebaikan. Di sini, konsep “menang-kalah” melebur jadi satu kekuatan saling menyelaraskan, sehingga saya makin banyak belajar tentang kehidupan.

Dalam berbagai pertandingan—terutama bulutangkis, sebagai hobi saya—seusai pertandingan, dua kubu kompetitor yang sebelumnya sangat seru bertanding, selalu bersalaman. Yang menang men-support yang kalah, sebaliknya yang kalah pun memberi selamat. Dengan kondisi tersebut, pihak yang menang tak akan terjatuh dalam “lubang” kesombongan. Sedangkan yang kalah pun tak akan terpuruk dalam kesedihan mendalam.

Begitulah, bagi saya konsep “menang tanpa merendahkan” punya makna mendalam. Menang tanpa merendahkan, atau kalah tanpa merasa rendah, menjadi sebuah bagian keseimbangan yang menjaga langkah dalam kehidupan. Predikat "menang" dan "kalah", hanya sebutan. Yang jauh lebih penting adalah proses di mana kita berjuang, bekerja, mengeluarkan segenap kekuatan untuk terus maju dan berkarya. Dengan keyakinan itu, setiap karya akan selalu punya makna dan setiap orang akan berada dalam harmonisasi kehidupan. Luar biasa!!!
 Sumber : http://www.andriewongso.com

Pendidikan Karakter

Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education)  dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter.
Menurut Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakanbahwa karakter yang baikdidukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan. Bagan dibawah ini merupakan bagan kterkaitan ketiga kerangka pikir ini.
 Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli


Gambar: Keterkaitan antara komponen moral dalam rangka pembentukan 
Karakter yang baik menurut Lickona

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Ahli

1.  Pendidikan Karakter Menurut Lickona
Secara sederhana, pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter siswa. Tetapi untuk mengetahui pengertian yang tepat, dapat dikemukakan di sini definisi pendidikan karakter yang disampaikan oleh Thomas Lickona. Lickona menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.
2.  Pendidikan Karakter Menurut Suyanto
Suyanto (2009) mendefinisikan karakter sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara.
3.  Pendidikan Karakter Menurut Kertajaya
Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu (Kertajaya, 2010).
4.  Pendidikan Karakter Menurut Kamus Psikologi
Menurut  kamus psikologi, karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya berkaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982: p.29).

Nilai-nilai dalam pendidikan karakter

Ada 18 butir nilai-nilai pendidikan karakter yaitu , Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat/komunikatif,Cinta Damai, Gemar membaca, Peduli lingkungan, Peduli social, Tanggung jawab.
Lebih jelas tentang nilai-nilai pendidikan karakter dapat di lihat pada bagan dibawah ini
nilai-nilai pendidikan karakter
18 Nilai Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter telah menjadi perhatian berbagai negara dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai the deliberate us of all dimensions of school life to foster optimal character development (usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.
Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Di antara metode pembelajaran yang sesuai adalah metode keteladanan,  metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman.
Sumber : http://belajarpsikologi.com